Skip to main content

Posts

Indonesia, Kekeringan di Sumber Air

mata air di Sekemirung, Bandung Jawabarat (dok. Maria Hardayanto) Air bersih mengalir deras melalui 2 kran yang dibuka bersamaan mengisi 2 bak air super besar warisan jaman Belanda. Kapanpun, pagi ….siang…malam….dan siapapun bisa berhura-hura dengan air yang dialirkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sukabumi, Jawabarat. Tapi itu kisah dahulu kala. Sewaktu penulis masih duduk di sekolah lanjutan di kota Sukabumi, Jawabarat. Karena lima belas tahun kemudian kisah sedih dimulai. Air dari PDAM tidak keluar setetespun di siang hari. Kran hanya mengeluarkan airnya di malam hari, memaksa setiap anggota keluarga harus bergiliran begadang untuk mengisi penuh tong-tong air cadangan. Tidak mau? Ya, ….  lupakan mandi, memasak apalagi mencuci baju. Beberapa keluarga yang mampu membuat sumur dan memasang jet-pump. Selebihnya “nrimo” dengan keadaan dimana air mengalir suka-suka. Kisah penduduk Sukabumi yang terkena imbas privatisasi air ternyata lebih berunt...

Buku "Kehausan di Ladang Air" yang diluncurkan di Hari Air

Buku dan penulisnya, Zaki Yamani Secara turun temurun air diperlakukan sebagai hak asasi, yaitu hak yang muncul dari kodrat manusia, kondisi historis, ………………… Sebagai hak asasi manusia, hak atas air merupakan hak guna, air boleh dimanfaatkan, tetapi tidak bisa dimiliki. Manusia berhak untuk hidup dan berhak atas sumber daya untuk keberlangsungan hidupnya, seperti air . Penggalan buah pemikiran Vandana Shiva, seorang pemikir dan aktivis lingkungan hidup tersebut  menyapa siapapun yang datang pada peluncuran buku “Kehausan di Ladang Air”, Pencurian Air di Kota Bandung dan Hak Warga yang Terabaikan. Diluncurkan pada tanggal 22 Maret 2012 bertepatan dengan Hari Air Internasional, di Simpul Space, BCCF, Jalan Purnawarman nomor 70 Bandung, tempat ajang kreativitas warga Bandung bertemu dan beradu. Berlangsung dari sore dimana isi buku dikupas dan permasalahan air didiskusikan dengan narasumber yang terkait . Hingga malam hari karena bukan kota Bandung namanya ...

Anggang-Anggang

Serangga Air Menginspirasi Penemuan Materi Super Ringan http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/03/serangga-air-menginspirasi-penemuan-materi-super-ringan Serangga air yang suka melompat dan bertengger di permukaan air ( pond skater ) menjadi obyek penelitian untuk menemukan materi super ringan yang dapat mengapung sempurna. Visuals Unlimited/Corbis Serangga yang biasa disebut anggang-anggang di Indonesia ini dianggap memiliki kaki yang istimewa karena dapat bergerak tanpa merusak permukaan air. Para ilmuwan Finlandia menggambar struktur kaki serangga tersebut untuk mengetahui kemampuannya berjalan mengarungi permukaan air. Pembuatan materi super ringan selama ini dilakukan dengan menggunakan selulosa tanaman. Kemampuannya mengapung memungkinkannya diberlakukan seperti spon untuk membantu membersihkan tumpahan minyak di lautan. Materi super ringan yang tengah dibuat merupakan salah satu tipe aerogel -- zat yang cairan didalamnya digantikan dengan gas tapi kompo...

Envirovolution.............(2012)

dok. U-Green ITB Setiap tiga hari, ITB “menebang” satu pohon pinus untuk memenuhi kebutuhan kertasnya karena 1 pohon pinus hanya menghasilkan 80.500 lembar kertas. Dan untuk membuat 1 kg kertas dibutuhkan 17 galon air yang setara dengan 324 liter air. Pernyataan tersebut dapat dilihat di pameran Envirovolution, 10 Maret 2012. Suatu pameran yang diselenggarakan Unit Lingkungan Hidup, U-Green ITB dan merupakan penutup serangkaian event Envirovolution 2012. Event yang tepat sasaran karena diadakan menjelang kenaikan harga BBM bulan April 2012. Dimana masyarakat harus mengencangkan ikat pinggang sehubungan dengan melambungnya harga-harga, kenaikan tarif daya listrik (TDL) dan biaya transportasi. Semua saling berhubungan. Biaya tinggi memproduksi kertas saling berkelindan antara biaya bahan baku, biaya proses, biaya transportasi hingga sering melupakan satu hal penting: biaya lingkungan. Karena harga kertas per lembar tidaklah mencerminkan harga sesungguhnya. Ad...

Krisis Air, Salah Siapa?

Ada yang patut dikritisi dari tragedi  krisis air  di Jakarta yang menyebabkan   antrean warga dimana-mana . Kritik bukan hanya untuk keenggananan kebijakan peremajaan pipa-pipa air dan pintu air yang sudah tua menyebabkan air merembes dan mengakibatkan tanggul Kalimalang  jebol . Tapi sikap para pemimpin negera Republik Indonesia. Ketika  sekitar   65 %  pelanggan PAM di Jakarta harus antre air, kediaman presiden dan wakil presiden tidak kekurangan pasokan air. Bahkan tanamannya segar berseri karena mendapat siraman air bersih dari tangki Palyjam, mitra PAM JAYA. Kita bisa membandingkan dengan ketika beberapa tahun yang lalu Inggris mengalami krisis air (sumber: majalah Intisari).  Ratu kerajaan Inggris, Elizabeth II menghimbau rakyatnya untuk menggunakan air seperlunya, artinya hanya untuk keperluan rumah tangga. Sedangkan tanaman ditaman diharapkan untuk berpuasa dulu.  Mengingat beberapa tanaman termasuk tanaman bandel yang cuk...

Adiwiyata dan Salman Al Farisi

Apa sih penghargaan Adiwiyata ? Penghargaan Adiwiyata adalah penghargaan untuk sekolah yang melaksanakan program sekolah berwawasan dan peduli lingkungan. Adiwiyata mempunyai makna : ” Tempat  yang  baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan!” Sekolah (PG, TK, SD, SMP) Salman Al Farisi yang berlokasi di jalan Tubagus Ismail Lokal u1 Bandung  sudah memenuhi kriteria itu semua. Sungguh membanggakan melihat kemajuan Sekolah Salman Al Farisi. Ketika berkunjung kesana setahun yang lalu, pegawai kebersihan sekolah  masih membakar semua sampahnya. Tetapi sekarang semua berperan serta, dimulai pemisahan sampah oleh anak-anak sekolah, sehingga pewarnaan tong sampah kuning dan tong sampah biru tidak sekedar beda warna tapi anak-anak paham betul kemana sampah organik harus dibuang demikian...