Skip to main content

Posts

Showing posts with the label debat ilmuwan

Pidato Severn Suzuki di Rio Summit 1992

Severn Suzuki, aktivis Lingkungan Kanada, berusia 12 tahun ketika berpidato  Konferensi Tingkat Tinggi Bumi Rio de Janeiro, Brasil  (Rio Summit 1992). Isi Pidatonya sebagai berikut: (sumber: The Collage Foundation) Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak y...

Manusia Melanggar 4 dari 9 Batasan Bumi

Sembilan planetary boundaries atau batasan teoritis Bumi kali pertama diidentifikasi para ilmuwan pada sebuah makalah tahun 2009. Yakni, penipisan ozon, hilangnya integritas biosfer yang mengarah pada kepunahan makhluk hidup, polusi kimia, perubahan iklim, pengasaman laut, konsumsi air tawar dan siklus hidrologi global, perubahan tata guna lahan, aliran nitrogen dan fosfor ke biosfer atau lautan, dan polusi aerosol pada atmosfer. "Batasan itu mirip seperti peringatan bahaya, seperti alat pengukur suhu tinggi pada mobil Anda ," kata Ray Pierrehumbert, ahli dari University of Chicago seperti dikutip dari Washington Post . Para peneliti fokus pada konsep 9 planetary boundaries , batasan batas teoritis di mana Bumi bisa bertahan sebagai tempat tinggal kita. Mereka menyimpulkan, 4 dari 9 batasan tersebut sudah terlampaui. Yakni, perubahan iklim (level karbondioksida di atmosfer), integritas biosfer atau biosphere integrity , perubahan tata guna lahan (dipicu ...

Teknologi Kampus Vs Teknologi Kampung

oleh : Prof Rhenald Kasali                                        @Rhenald_Kasali Selesai menelisik calon komisioner KPK minggu lalu, saya dijemput seorang teman  menuju sebuah kampung, dekat kawasan industri yang jaraknya sekitar 80 kilometer dari kota Semarang. Di bagian belakang sebuah rumah yang hampir rubuh dan kusam saya menyaksikan tumpukan besi, alat las, tabung besar elpiji dan beberapa tong berisi air. Di sana saya diterima seorang “montir” genius yang berhasil membuat pembakaran super hemat energi. Lulusan sebuah akademi dari Jepang ini menunjukkan kepada saya teknologi yang terlihat sederhana, hasil eksperimen tiada henti selama 8 tahun. Menurut rekan saya dari Jepang, teknologi ini original, dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Atas rekomendasi seseorang, ia dim...

Diskusi: Kanal Terbukti Gagal

Sejarah mencatat kanal terbukti tak mampu mencegah banjir di Jakarta. OLEH: HENDARU TRI HANGGORO SEJAK bernama Batavia, kota Jakarta tak pernah lepas dari banjir. Tercatat, banjir pernah melanda sebagian besar kota Batavia lama pada 1670. Padahal kala itu Kongsi Dagang Belanda (VOC) sudah membangun kanal di Batavia. “Pembangunan kanal di Batavia justru menimbulkan masalah baru, rusaknya ekologi kota. Bukan mengurangi banjir,” kata Bondan Kanumoyoso, sejarawan Universitas Indonesia dalam diskusi bertajuk “Masa Lalu, Masa Kini, Masa Banjir” yang dihelat majalah Historia dan Wisdom Institute, di Newseum Cafe, Jakarta, 29 Januari 2013. Meski kanal dibangun, air tak lantas mengalir lancar. Malah kerapkali kanal itu tak mampu menampung air. “Saat musim hujan, air di kanal-kanal itu meluap. Sebaliknya, musim kemarau, kanal-kanal itu kering sehingga menimbulkan bau busuk dan penyakit,” terang Bondan. Kondisi ini diperparah dengan maraknya pabrik gula ...

Tentang Gagalnya Sistem Kanal

HISTORIA.CO.ID - Penanggulangan banjir sudah dilakukan sejak masa VOC, tapi air tetap merendam Jakarta. BATAVIA, 1 Januari 1892. Selama delapan jam lebih, hujan turun begitu lebatnya. Saluran air tak mampu menampung limpahan air. Banjir pun melanda. Sejumlah rumah terendam banjir. Rel kereta api Batavia-Buitenzorg (kini Bogor) nyaris terendam di daerah sekitar Pasar Minggu. Setahun berselang, banjir kembali melanda. Kali ini banyak perkampungan dan bagian kota yang lebih modern ikut terendam seperti Kampung Kepu, Bendungan, Nyonya Wetan, dan Kemayoran. Banjir tak hanya merusak jalan-jalan di Weltevreden, “tapi juga merusak perekonomian,” tulis Restu Gunawan dalam Gagalnya Sistem Kanal . Singkat kata, “banjir yang terjadi tahun 1893 mengakibatkan Batavia terendam.” Jakarta (dulu Batavia) merupakan dataran rendah yang elevasi maksimalnya tak lebih dari tujuh meter dpl. Di banyak tempat, bahkan ada yang berada di bawah permukaan laut. Jumlahnya kira-kira mencapai...

Dijual : Rongsokan Jembatan Kukar !

rongsokan Golden Gate Runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara,  golden gate- nya Kalimantan Timur yang membelah sungai Mahakam masih menimbulkan banyak tanya. Apa penyebabnya? Pembangunan jembatan sudah direncanakan matang. Bahkan  study banding  ke Amerika, Negara yang golden gatenya di- copas -pun sudah dilakukan. Tapi jembatan yang dibangun mulai tahun 1995 hingga 2001 dan diprediksi memiliki kekuatan 40-50 tahun ternyata ambrol pada hari Sabtu 26-11-2011 pukul 17.50 silam. Aroma korupsipun merebak. Termasuk saling  tuding  antara pihak kontraktor yang menangani pembangunan dan pihak pemelihara bangunan. Demikian juga pihak Kementerian Pekerjaan Umum yang menyatakan bahwa  pemeliharaan  jembatan Kukar tidak mengikuti pedoman teknis PU karena bukan milik PU melainkan milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bagaimana mungkin sesudah berumur 10 tahun dan ambrol, jembatan Kukar dinyatakan tidak mengikuti pedoman tekni...

Gunung Sadahurip, Andi Arief dan Para Ilmuwan...

R Dilihat dari Cicapar, Gunung Sadahurip tidak berbentuk piramida (dok. Sujatmiko) “Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam dalam gunung tersebut  lebih tua dari Piramida Giza, di Mesir,” ujar Andi Arief - Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial . Gunung yang dimaksud Andi Arief menyimpan  piramida  itu adalah Gunung Sadahurip. Suatu gunung kecil terisolasi setinggi 1.463 diatas permukaan laut dan terletak di desa Sadahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Bentuknya memang  tampak simetris  sempurna apabila dilihat dari Wanaraja tetapi ternyata tampak  tidak simetris  apabila dilihat dari arah selatan atau dari arah kampung Cicapar. Apa sebetulnya yang mendorong Andi Arief bisa mengklaim bahwa Indonesia memiliki piramida  yang berumur lebih tua dari Piramida Giza yang selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dibang...