Skip to main content

Posts

Showing posts with the label krisis pangan

Dampak Pemanasan Global Bagi Kesehatan

Perubahan iklim membawa pengaruh besar terhadap kesehatan manusia, kehidupan sosial, dan lingkungan tempat tinggal kita. Manusia terancam kekurangan air bersih, sumber-sumber makanan, dan tempat tinggal yang layak huni. Demikian kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di dalam rilisnya. Antara tahun 2030 - 2050, perubahan iklim diduga akan menyebabkan kenaikan angka kematian sebesar 220 ribu jiwa per tahun akibat malanutrisi, diare, dan udara panas. Pemanasan global Selama lebih dari 50 tahun, aktivitas manusia, terutama pembakaran fosil, seperti batu bara dan minyak bumi, telah melepas sejumlah besar karbon dioksida dan emisi gas lainnya. Gas-gas ini kemudian terperangkap di bawah lapisan atmosfer dan menyebabkan pemanasan global. Dalam 130 tahun terakhir, dunia telah menghangat sekitar 0,85 derajat C. Tiga dekade terakhir ini atau terhitung sejak 1850, bumi menjadi lebih panas dari sebelumnya. Akibatnya, lapisan es bumi mencair, permukaan laut naik, dan pola pr...

Masa Depan Pangan

Oleh Jonathan Foley   Saat membicarakan ancaman lingkungan, kita membayangkan mobil dan cerobong asap. Sebenarnya, problem pangan adalah salah satu bahaya terbesar di bumi. Pertanian termasuk penyumbang terbesar bagi pemanasan global, menghasilkan gas rumah kaca lebih banyak daripada gabungan mobil, truk, kereta api, dan pesawat terbang. Sebagian besar berasal dari metana yang dilepaskan oleh ternak dan sawah, dinitrogen oksida dari ladang yang dipupuki, dan karbon dioksida dari penebangan hutan hujan untuk bertani atau beternak. Pertanian paling rakus menggunakan persediaan air kita yang berharga dan merupakan salah satu pencemar utama. Limpahan dari pupuk dan kotoran hewan merusak danau, sungai, dan ekosistem pesisir yang rapuh di seluruh dunia. Pertanian juga mempercepat hilangnya keanekaragaman hayati. Ketika membuka padang rumput dan hutan untuk lahan tani, kita melenyapkan habitat penting, sehingga pertanian merupakan salah satu pendorong utama punahnya ...

Dampak Perubahan Iklim Pada Tanaman

Tingkat CO2 di atmosfer yang lebih tinggi dapat mengurangi gizi pada tanaman seperti gandum di Drummond, Idaho. ( Foto: Rich Reid, National Geographic Creative ) Berbagai analisis dan prediksi akan dampak perubahan iklim terhadap manusia telah terpapar nyata, seperti kenaikan muka air laut, badai, dan efek kesehatan. Demikian pula pada berbagai hewan. Bagaimana dengan dampak perubahan iklim pada tanaman , yang tidak dapat berpindah tempat? Sebelumnya peneliti pun sudah mencoba mengukur risiko yang dialami berbagai spesies akibat pemanasan global yang berlangsung cepat. Spesies-spesies yang ada sekarang ini dipetakan berdasarkan iklim untuk memprediksi yang akan terjadi di masa depan. Dalam studi terbaru, para peneliti di Center for Environmental Science Lab-University of Maryland dan University of Vermont, AS, melakukan kajian soal ini. Namun, mereka telah mengembangkan pendekatan baru—dari pemodelan komputer digabungkan dengan analisis genetika. Ternyata, tid...

Suhu Bumi Terpanas Sepanjang Sejarah

Data baru menunjukkan Bumi mengalami suhu paling panas dalam sejarah pada bulan Juni hingga Agustus lalu. Badan peneliti lautan dan atmosfer AS, National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA), menyatakan bahwa suhu rata-rata dunia selama tiga bulan tersebut adalah 16,4 derajat celsius. Ini berarti 0,71 derajat Celsius lebih tinggi dari rekor sebelumnya tahun 1998 dan yang tertinggi sejak dilakukan pencatatan suhu tahun 1880. Suhu di laut khususnya memanas pada bulan Agustus, yaitu 0,65 derajat Celsius di atas suhu rata-rata bulan itu dan melebihi rekor yang tercatat bulan Juni. Tahun ini bisa jadi merupakan tahun terpanas bagi bumi. Jika suhu pada empat bulan terakhir juga tinggi, berarti tahun 2014 akan menggantikan tahun 2010 sebagai tahun terpanas dalam sejarah. KTT Perubahan Iklim PBB dijadwalkan berlangsung hari Selasa, di New York, AS untuk mendorong negara-negara dunia guna mencapai kesepakatan iklim baru selambat-lambatnya akhir 2015. ( Sumber: ...

Sequel To Revolusi Hijau

Pertanian tak bisa diperbaiki hanya dengan bioteknologi. Ada yang menyebabkan tanaman ubi kayu milik Ramadhani Juma mati. "Mungkin kebanyakan air," katanya sambil menyentuh daun kuning layu pada tanaman setinggi dua meter. "Atau kebanyakan matahari." Tanah yang digarap Juma tak sampai setengah hektare, di dekat kota Bagamoyo, Tanzania. Dia berbicara dengan teknisi dari kota besar, yaitu Deogratius Mark, 28 tahun, dari Mikocheni Agricultural Research Institute. Mark memberi tahu Juma bahwa masalahnya bukan matahari maupun hujan. Penyebab ke­matian ubi kayu itu tidak terlihat karena sangat kecil, yaitu virus. Ia menjelaskan bahwa lalat sebesar kepala jarum pentol itu menyebarkan dua virus. Yang satu merusak daun ubi kayu, dan yang kedua, disebut virus brown streak, merusak umbinya—yang biasanya baru diketahui saat panen. Setelah menyingkapkan umbi, Juma mem­belah­nya hanya dengan sekali mengayunkan pacul. Dia menghela napas—daging putih krem ...

Mengapa Harga Sayuran Organik Mahal?

Tujuh tahun silam, ibunda Elly divonis menderita kanker stadium empat oleh dokter. Setelah menjalani kemoterapi selama dua kali, sang ibu menyerah. Ia tak lagi tahan menghadapi efeknya. Elly dan keluarganya pun mencari jalan keluar hingga ke benua Amerika Selatan, untuk berguru kembali kepada alam. “Terapi yang dijalankan tidak memakai obat,” kenang Elly dengan tutur yang lembut. “Mama harus mengonsumsi jus wortel dan sayuran, makan salad dengan sedikit madu, atau baked potato. Setidaknya enam gelas jus wortel dan empat gelas jus sayur harus dikonsumsi setiap hari.” Ada satu syarat mutlak yang tak bisa ditawar lagi: “Semua bahannya harus berasal dari sayur dan buah organik,” ungkapnya. Setelah tiga minggu mempelajari Terapi Gerson di Meksiko, Elly kembali ke tanah air dan menghadapi masalah baru: Di mana ia harus mencari wortel organik yang kebutuhannya mencapai angka 30 kilogram setiap minggu? Ia mengaku tak bisa mengandalkan supermarket penjual sayuran dan bua...

Pangan Indonesia Terancam Gara-gara Amerika Kekeringan

Berita Terkait 746 Desa di NTT Berisiko Rawan Pangan Tinggi [YOGYAKARTA] Dosen UPN Veteran Yogyakarta, Budyastuti Pringgohandoko mengatakan, ketergantungan Indonesia pada gandum impor Amerika, kini menuai dampak yang sangat buruk. Saat terjadi kekeringan di Amerika, lonjakan harga pun terjadi, dan langsung mengancam stabilitas pangan Indonesia. Dikatakan, impor gandum mencapai 7,4 juta ton pada tahun 2010-2011 dan naik kembali menjadi 7,8 juta ton pada tahun 2011-2012. “Kondisi di Amerika berpotensi menimbulkan gejolak pangan di Indonesia,” katanya dalam ujian terbuka program doktor Fakultas Pertanian UGM, Senin (26/8). Budyastuti Pringgohandoko mengatakan, potensi produksi gandum lokal belum mendapat perhatian. “Selama ini, kebutuhan tepung terigu di Indonesia dipenuhi dari impor, yang cenderung meningkat pada tahun-tahun mendatang, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Apalagi, globalisasi pangan dunia dan kenyataan bahwa di Indonesia belum memproduks...

Limbah Makanan, Tema Hari Lingkungan Sedunia 2013

Limbah Makanan (dok. Menlh.go.id) Bukan sulap bukan sihir, setiap tahun 1/3 jumlah pangan yang diproduksi di dunia (sekitar 1,3 milyar ton) terbuang dan menjadi limbah. Sungguh miris bukan? Data Kementerian Lingkungan Hidup lainnya menyebutkan: “Negara-negara industri menyumbang limbah makanan sebesar 670 juta ton setiap tahunnya, yang jika dikonversikan ke dalam nilai uang setara dengan 680 miliar Dolar AS. Adapun  negara-negara berkembang menyumbang limbah makanan sekitar 630 juta ton setiap tahunnya, atau setara dengan 310 miliar Dolar AS.” Sungguh sangat timpang akibat gaya hidup, negara-negara kaya membuang-buang makanan sementara 1 dari 7 orang di dunia harus rela tidur dalam keadaan lapar dan lebih dari 20.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap hari karena kelaparan. Padahal kemampuan planet bumi sangatlah terbatas dalam menyediakan makanan bagi 7 milyar penduduknya. Karena itu, peringata...

My Green Resolution is Berkebun Sayuran Organik

mentimun (dok. Maria G.Soemitro) Sebetulnya resolusi hijau di tahun 2013 dengan berkebun sayuran organik adalah milik kompasianer @ Christian Natalie . Menjadi profile picture facebooknya, sehingga saya menduga dia tidak main-main. Apalagi manfaat berkebun sayuran organik memang banyak, yaitu: Meningkatkan konsumsi sayuran. Saat ini konsumsi sayuran penduduk Indonesia baru mencapai 80 % dari anjuran sehat gizi sebesar 65,5 kg/kapita/tahun. Konsumsi makanan sehat. Menanam sendiri sayuran akan menjamin bahwa sayuran yang kita konsumsi terbebas residu pestisida yang biasanya masih disemprotkan beberapa hari menjelang panen. Juga terbebas dari kontaminasi air limbah karena sayuran sering ditanam di saluran dekat pabrik atau lahan terlantar dimana bersliweran kendaraan roda empat dan dua. Menyehatkan tubuh karena berkebun berarti juga berolah raga. Hanya dengan berkebun, kita dapat membakar ...