Skip to main content

Posts

Showing posts with the label penghijauan

Nabung Oksigen, Yukkkk......

  sejak dini, anak-anak mendapat edukasi lingkungan Pernahkah merasa tercekik ketika berada dalam suatu ruangan yang penuh sesak? Mungkin di angkutan umum yang tentunya tanpa air conditioner . Atau mungkin disuatu ruangan kantor/kelas sempit bersama cukup banyak orang dimana sirkulasi udara hanya mengandalkan pintu dan jendela yang terbuka. Pastinya udara menjadi terasa panas dan kita merasa tercekik seolah sulit bernafas. Ini mirip percobaan berikut: Nyalakan sebuah lilin. Setelah lilin menyala, tutuplah lilin tersebut dengan sebuah gelas. Perhatikan apa yang terjadi. Lilin itu perlahan redup dan kemudian mati. Mengapa demikian ? Lilin bisa menyala melalui proses pembakaran (oksidasi). Bila lilin kita tutup dengan gelas, maka tidak ada oksigen yang bisa masuk. Lilin hanya mengandalkan oksigen yang ada di dalam gelas untuk tetap menyala.  Karena oksigen diambil terus maka pada akhirnya oksigen di dalam gelas akan habis, semua oksigen berubah me...

Mau Sehat? Urban Farming Yukkk......

Pada tahun 2010, Ridwan Kamil, Achmad Marendes, Shafiq Pontoh, Sigit Kusumawijaya dan kawan-kawan menggagas Indonesia Berkebun yaitu gerakan menanami lahan terlantar di area perkotaan. Tujuannya agar masyarakat bisa melakukan kegiatan bermanfaat, tidak hanya keluar masuk mal. Menyembuhkan urban stress dan lahan yang  “sakit” akibat terlantar dapat subur kembali dengan kembalinya flora dan fauna. Dalam waktu singkat komunitas pegiat urban farming bermunculan. Mereka bergabung dengan bantuan media sosial dan membentuk Jakarta Berkebun, Banten Berkebun, Bogor Berkebun, Bdg Berkebun dan lain-lain (seluruhnya 30 kota; 8 kampus). Semua aktif berkebun sesuai minat dan kondisi wilayah. Jika belum paham atau ingin menambah pengetahuan berkebun, Akademi Berkebun siap membagi ilmu. Asyik kan? Mengapa aktivitas berkebun bisa begitu diminati, sementara anak petanipun kian enggan bersimbah lumpur dan cacing? Karena kegiatan memang didisain agar anggota merasa ge...

Dilema Antara Nyawa Manusia dan Keberadaan Pohon

Klaim asuransi bisa dilayangkan oleh warga untuk mendapatkan ganti rugi bagi dirinya dan kendaraan yang tertimpa pohon tumbang, demikian penjelasan Kepala Dinas Pertamanan dan Keamanan (Distamkam) Kota Bandung, Yogi Supardjo. Untuk itu warga harus menyertakan foto dan keterangan saksi. Sedangkan bagi korban tertimpa papan reklame bisa mengklaim pada biro reklame. Pernyataan ini untuk menepis anggapan bahwa pemerintah hanya menghimbau warga untuk menjauh dari pohon rapuh tanpa menyiapkan santunan bagi  korban. Khususnya pada saat cuaca ekstrim yang ditandai dengan angin kencang dan hujan deras. Sebetulnya klaim asuransi sebesar Rp 10 juta rupiah pernah diberikan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Catharina Suryowati kepada ayah korban pohon tumbang, Arum Niatalih Ratna pada 12 januari 2012. Mahasiswi Trisakti tersebut menjadi korban pohon tumbang di dekat istana Presiden pada tanggal 5 Januari 2012. Sebelum menghembuskan nafas ...

Esensi Moratorium Hutan

 Tulisan ini meraih juara ketiga Hutan Indonesia Blog Competition :   http://blog.kompasiana.com/2013/04/27/pemenang-hutan-indonesia-blog-competition-550236.html penggundulan hutan (dok. DPKLTS) Begitu banyak musibah terjadi di Indonesia, tetapi bencana banjir dan tanah longsorlah yang paling menyedihkan. Karena penyebabnya kelalaian manusia. Sehingga bisa diprediksi. Bisa dihindarkan. Tapi diabaikan. Ibarat mengetahui pertanda suatu bangunan hampir roboh, tidak ada seorangpun bertindak mengambil langkah penyelamatan. Apalagi membuat perencanaan jangka panjang. Demikian pula penggundulan hutan yang menyebabkan tanah longsor dan banjir. Kearifan lokal memberikan pemahaman bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa hutan. Hutan yang dipenuhi jalinan akar pepohonan membantu mengikat tanah dan menyimpan air. Dedaunan, ranting dan hewan mati membentuk lapisan tanah yang subur. Keaneka ragaman hayati tidak saja memberikan kekayaan alam tetapi juga paso...