Skip to main content

Posts

Showing posts with the label lingkungan hidup

Pidato Greta Thurnberg di COP 24 Katowice Polandia

“Nama saya Greta Thunberg. Saya berusia 15 tahun. Saya dari Swedia. Saya berbicara atas nama Climate Justice Now. Banyak orang mengatakan bahwa Swedia hanyalah negara kecil dan apa yang KAMI lakukan tak ada artinya. Tetapi saya telah belajar bahwa Anda tidak pernah terlalu kecil untuk membuat perbedaan.  Dan jika beberapa anak bisa menjadi berita utama di seluruh dunia hanya dengan tidak pergi ke sekolah, bayangkan apa yang bisa kita lakukan bersama jika kita benar-benar mau. Tetapi untuk melakukan itu, kita harus berbicara dengan terus terang, tidak peduli seberapa tidak nyamannya itu. Anda hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi abadi hijau karena Anda terlalu takut tidak populer.  Anda hanya berbicara tentang bergerak maju dengan ide-ide buruk yang sama yang membawa kita ke dalam kekacauan ini, bahkan ketika satu-satunya hal yang masuk akal untuk dilakukan adalah menarik rem darurat.  Anda belum cukup dewasa untuk mengatakan apa adanya. Bahka...

Pidato Severn Suzuki di Rio Summit 1992

Severn Suzuki, aktivis Lingkungan Kanada, berusia 12 tahun ketika berpidato  Konferensi Tingkat Tinggi Bumi Rio de Janeiro, Brasil  (Rio Summit 1992). Isi Pidatonya sebagai berikut: (sumber: The Collage Foundation) Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak y...

Peringatan Hari Ozon Internasional, Upaya Melindungi Tameng Bumi

sumber: nauka.offnews.bg Seperti halnya global warming, menipisnya lapisan ozon masih menjadi kontroversi. Namun yang pasti manusia merasakan perubahan cuaca yang semakin tidak menetu. Penyakit ‘baru’ bermunculan. Menyerang manusia, hewan dan tumbuhan. Akibatnya hasil pertanian menjadi sulit dikendalikan. Perekonomian terganggu. Penyebab situasi runyam acap timbul karena ulah manusia. Tak terelakkan. Industri selalu mencari celah bagi kenyamanan hidup manusia. Menawarkan solusi  instan  dan mudah. Contohnya gangguan nyamuk. Tak perlu lagi mencari minyak lavender, cukup ambil kaleng aerosol untuk menyemprot nyamuk dan kecoa, selesailah urusan. Namun selalu ada harga yang harus dibayar demi kenikmatan hidup.  Salah satunya penggunaan propelan chlorofluorokarbon (CFC) pada kaleng semprot. Walau jumlahnya relatif kecil  di atmosfer (kurang dari 0,000001%),  'efek rumah kaca'yang dimiliki CFC sekitar 10.000 kali  dibandingkan dengan karbon dioksida ...

Lika Liku Efisiensi Konsumsi Energi

Hasil studi International Energy Agency (IEA) menyatakan penggunaan energi akan meningkat 50 persen pada 2050 Perkembangan ekonomi selalu diiringi dengan tingginya konsumsi energi. Hasil studi International Energy Agency (IEA) menyatakan penggunaan energi akan meningkat 50 persen pada 2050. Di saat yang sama, emisi karbon akan menginjak nilai mengkhawatirkan dan menyebabkan perubahan iklim. Pada 2014 saja, suhu bumi tercatat berada pada hawa tertinggi, yaitu 0,8 celsius. Lebih jauh lagi, peningkatan suhu udara juga mengancam kesehatan manusia. Kompas.com melansir, berdasarkan hasil penelitian The Lancet, sebanyak tujuh juta manusia terancam meninggal dunia setiap tahun akibat perubahan iklim. “Perubahan Iklim membawa dampak terhadap kesehatan, harus ada yang dilakukan sekarang, untuk masa depan kemanusiaan,” kata Margaret Chan, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) pada Konferensi Perubahan Iklim ke-21 di Paris. Permasalahan ini juga menjadi tant...

Dampak Pemanasan Global Bagi Kesehatan

Perubahan iklim membawa pengaruh besar terhadap kesehatan manusia, kehidupan sosial, dan lingkungan tempat tinggal kita. Manusia terancam kekurangan air bersih, sumber-sumber makanan, dan tempat tinggal yang layak huni. Demikian kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di dalam rilisnya. Antara tahun 2030 - 2050, perubahan iklim diduga akan menyebabkan kenaikan angka kematian sebesar 220 ribu jiwa per tahun akibat malanutrisi, diare, dan udara panas. Pemanasan global Selama lebih dari 50 tahun, aktivitas manusia, terutama pembakaran fosil, seperti batu bara dan minyak bumi, telah melepas sejumlah besar karbon dioksida dan emisi gas lainnya. Gas-gas ini kemudian terperangkap di bawah lapisan atmosfer dan menyebabkan pemanasan global. Dalam 130 tahun terakhir, dunia telah menghangat sekitar 0,85 derajat C. Tiga dekade terakhir ini atau terhitung sejak 1850, bumi menjadi lebih panas dari sebelumnya. Akibatnya, lapisan es bumi mencair, permukaan laut naik, dan pola pr...

Hidup di Tanah Tercemar limbah

 Skipper ingat suatu kali saat musim semi yang basah ketika cacing tanah bermunculan—dan burung yang memakannya berjatuhan dari pohon pun kejang-kejang. "Hal itu tidak akan terjadi lagi," katanya suatu hari di musim dingin yang lalu. Jun Apostol menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di kaki gunung-limbah. Pensiunan akuntan ini pada 1978 menetap bersama keluarganya di sebuah rumah baru yang sederhana di Montebello, sebuah kawasan industri sekaligus permukiman di timur Los Angeles. Tidak jauh dari rumahnya, di kota tetangga Monterey Park, terdapat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) aktif—tetapi jangan khawatir, kata pengembang. Tempat itu akan segera ditutup dan dijadikan taman atau bahkan mungkin lapangan golf. Janji itu tidak kunjung terwujud. Ternyata TPA itu, bekas tambang batu yang diisi demikian banyak sampah sehingga tertimbun sampai penuh dan terus meninggi, juga menampung pembuangan satu miliar liter limbah cair industri—dan limbah cair yang...

Manusia Melanggar 4 dari 9 Batasan Bumi

Sembilan planetary boundaries atau batasan teoritis Bumi kali pertama diidentifikasi para ilmuwan pada sebuah makalah tahun 2009. Yakni, penipisan ozon, hilangnya integritas biosfer yang mengarah pada kepunahan makhluk hidup, polusi kimia, perubahan iklim, pengasaman laut, konsumsi air tawar dan siklus hidrologi global, perubahan tata guna lahan, aliran nitrogen dan fosfor ke biosfer atau lautan, dan polusi aerosol pada atmosfer. "Batasan itu mirip seperti peringatan bahaya, seperti alat pengukur suhu tinggi pada mobil Anda ," kata Ray Pierrehumbert, ahli dari University of Chicago seperti dikutip dari Washington Post . Para peneliti fokus pada konsep 9 planetary boundaries , batasan batas teoritis di mana Bumi bisa bertahan sebagai tempat tinggal kita. Mereka menyimpulkan, 4 dari 9 batasan tersebut sudah terlampaui. Yakni, perubahan iklim (level karbondioksida di atmosfer), integritas biosfer atau biosphere integrity , perubahan tata guna lahan (dipicu ...

Nabung Oksigen, Yukkkk......

  sejak dini, anak-anak mendapat edukasi lingkungan Pernahkah merasa tercekik ketika berada dalam suatu ruangan yang penuh sesak? Mungkin di angkutan umum yang tentunya tanpa air conditioner . Atau mungkin disuatu ruangan kantor/kelas sempit bersama cukup banyak orang dimana sirkulasi udara hanya mengandalkan pintu dan jendela yang terbuka. Pastinya udara menjadi terasa panas dan kita merasa tercekik seolah sulit bernafas. Ini mirip percobaan berikut: Nyalakan sebuah lilin. Setelah lilin menyala, tutuplah lilin tersebut dengan sebuah gelas. Perhatikan apa yang terjadi. Lilin itu perlahan redup dan kemudian mati. Mengapa demikian ? Lilin bisa menyala melalui proses pembakaran (oksidasi). Bila lilin kita tutup dengan gelas, maka tidak ada oksigen yang bisa masuk. Lilin hanya mengandalkan oksigen yang ada di dalam gelas untuk tetap menyala.  Karena oksigen diambil terus maka pada akhirnya oksigen di dalam gelas akan habis, semua oksigen berubah me...