Skip to main content

Krisis Air di Jembrana, Bali



Sulitnya warga Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembarana diakui oleh Direktur Utama (Dirut) PDAM Negara IB Kerta Negara. Menurutnya hal tersebut di sebabkan menurunnya debit air di pegunungan.

"Waktu ini saya sempat ke sana, bahkan mengecek hingga ke dalam hutan. Di sana itu air permukaan mengalami penurunan hingga 70% akibat musim kering ini," katanya ketika dihubungi lewat telepon selularnya, Kamis (16/10/2014).

Berdasarkan data dari BPBD Jembrana, krisis air bersih kini yang terjadi semenjak 2 bulan belakangan ini terus meluas. Selain di Desa Yehembang, krisis air bersih juga terjadi di dua Desa lainnya, yakni di Desa Wanasari dan Desa Sombang, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Bahkan data terbaru menunjukkan krisis air bersih juga terjadi di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo serta Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Sejuta Biopori Untuk Antisipasi Banjir di Bandung

  Banjir di jl Pagarsih Kota Bandung tahun 2012 (sumber FB) Bak ritme tahunan yang enggan diakhiri, seiring derasnya hujan, beberapa kota terlanda banjir : Jakarta, Bandung, hingga kota kecil Jepara. Banyak penyebabnya, mulai hilangnya daerah resapan air di kawasan Puncak (KBU dan Lembang di Bandung), alih fungsi lahan basah, eksploitasi air tanah hingga pasangnya air laut.   Untuk mengatasi banjir, para pakar aktif urun rembug. Mulai cara mudah dan mudah hingga proyek prestisius yang membutuhkan anggaran triliunan rupiah. Walikota Bandung, Ridwan Kamil selaku pemegang otoritas Kota Bandung pernah mengajak warganya membuat gerakan sejuta biopori yang dilaksanakan serempak dari tanggal 20 Desember hingga 25 Desember tahun 2013 silam. Progam mudah dan murah yang bisa dilakukan serentak berbekal alat pelubang biopori seharga kurang lebih Rp 300.000. Biopori? Mengapa memilih biopori? Mengapa bukan sumur resapan? Bagaimana mungkin lubang resapan biopori berdiamete...

Mikrohidro, Menunggu Dilirik dan Dimanfaatkan

Indonesia  memiliki potensi air danau dan sungai yang jika seluruhnya dikonversi menjadi energy listrik akan setara dengan 70 GW, tetapi baru sekitar 6 % atau 4,2 GW yang di kelola sedangkan target bauran energy Indonesia pada tahun 2025 berasal dari energy air hanya sebesar 14.516 MW. Tapi sebelum mencapai tahun 2025, penyediaan listrik di Indonesia masih tergolong rendah. Secara nasional, rasio elektrifikasi baru mencapai 66 % (ESDM,2009) artinya baru sekitar 66 % penduduk Indonesia menikmati energy listrik dan Jawa Barat yang berpenduduk seperlima dari total penduduk Indonesia baru 64 %nya  menikmati energy listrik. Salah satu alasan yang sering mengemuka adalah lokasi pedesaan yang tersebar dengan kondisi geografis yang tidak mendukung serta sebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan pembangunan infrastruktur listrik tidak efektif. Dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) bisa menjadi solusi bagi daerah pelosok yang mempunyai sumber daya ala...

Yuk Kita Lihat 10 Hotel Yang Masuk Kriteria Ramah Lingkungan

Para traveller kini kian selektif dalam memilih hotel saat liburan. Hotel-hotel yang bersahabat dengan lingkungan serta mendukung pengembangan budaya dan ekonomi lokal pun selalu menjadi favorit. HotelsCombined telah memilih 10 dari sekitar 800.000 hotel di dunia yang memiliki konsep “hijau” paling unik dan menawarkan pengalaman eco-friendly yang tak terlupakan bagi pengunjungnya. Konsep ini tentu tak hanya menguntungkan bagi hotel, namun juga para tamu yang dapat lebih memahami dampak pariwisata bagi masyarakat lokal. Inilah hotel-hotel yang wajib Anda kunjungi:  Travel  1. Hi Hotel Eco Spa & Beach, Perancis Hotel butik ini menawarkan pantai dan kolam di atap secara privat kepada pengunjungnya. Namun keunggulan mereka bukan hanya itu. Hi Hotel Eco Spa & Beach telah menerima sertifikasi Green Globe karena menggunakan kertas daur ulang, cat organik, produk pembersih yang bersahabat dengan lingkungan dan ditambah jenis makanan organ...