Skip to main content

Posts

Hasil Pemuliaan ITB Kok Diaku Amerika Serikat?

“Neng, pepaya neng……… pepaya asli Thailand neng, dijamin manis”, rayu tukang buah ketika saya tertarik melihat-lihat buah yang dijajakan dalam gerobag buah. “Ah mang, ini mah hasil petani Purwakarta, jangan diaku-aku buah impor dari Thailand atuh, kasihan petaninya”. “Eh si eneng nggak percaya, sueerr neng, ieu mah buah impor dari Thailand. Asli! Manis! Buahnya tebel! Lihat warnanya juga merah. Buah lokal mah tipis, ngga manis dan warnanya kuning atuh neng. Mau tidak mau saya tersenyum. Tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Pedagang buah yang meyakini bahwa semua produk impor lebih hebat daripada produk lokal? Atau berbagai pihak yang seharusnya membantu mengkampanyekan pepaya  hasil pemuliaan IPB ? Buah pepaya yang diklaim  buah impor  tersebut memang hasil pemuliaan Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati dan rekan-rekannya sesama dosen Ilmu Pertanian Bogor (IPB). Sejak tahun 2001, mereka telah berkeliling ke seluruh Indonesia untuk mengumpulkan ...

Hutan Kota, Butuh Tapi Terabaikan

Taman atau ruang terbuka hijau (RTH) merupakan ruang publik yang  manfaatnya  amat dirasakan oleh warga tetapi diabaikan pemenuhannya oleh pemerintah.  Keberadaan RTH tidak hanya berfungsi menyaring polutan ,  menjaga kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem. Tetapi juga  menunjang  meningkatkan kualitas hidup warga, mengurangi tekanan mental dan ajang kreatifitas.   Tapi kenyataannya, r ata-rata kota besar belum mampu mencapai 20% RTH publik total dari luas kawasan . Warga pun b ersaing dengan  tuna wisma  menggunakan RTH untuk  sarana ber olah raga, bersilaturah mi , latihan seni musik, festival kuliner atau hanya sekedar duduk-duduk santai.  Bagi kaum tuna wisma, RTH lambat laun menjadi kawasan yang nyaman untuk tempat melepas penat hingga dijadikan lahan tempat tinggal. Akibatnya ketika dilakukan pembersihan, hal ini malah menjadikan RTH kawasan tertutup untuk warga yang ingin berekreasi di sana seperti di  ...

Siklus Rantai Makanan Buatan

Entah mengapa saya tidak menyukai binatang. Mungkin karena pengalaman tidak menyenangkan semenjak kecil. Misalnya ada ular yang gemar menyambangi rumah kami  yang masih asri di Sukabumi. Sehingga sering dipagi hari kami berteriak-teriak ketakutan karena memergoki ular sedang asyik tidur melingkar di dalam ember.  Atau tentang anjing yang mengancam dengan gigi taring dan gonggongannya. Bahkan kucing yang manis mendapat stigma binatang tak tahu diri karena walau diberi makanan spesial eh tetap loncat ke meja makan untuk mencuri daging ayam. kucing di komunitas @sukamulyaindah (dok. Maria G. Soemitro) Karena itu walau kucing dianggap binatang unyu-unyu, saya tetap sering terheran-heran melihat pecinta kucing yang rela bela-belain membeli makanan khusus padahal dia sendiri harus berhemat. Hingga kehebohan itu datang. Dalam rangka bereksperimen mengolah sampah organis, saya mendapat anjuran  pak Supardiyono Sobirin  agar memanfaatkan  s...

Sejenak Menengok Kota Pekalongan.......

RTH di Pekalongan, bersih dari sampah, PKL dan pemulung Pekalongan, kota  kecil di Jawa Tengah yang layak dikunjungi. Bukan hanya karena batiknya tetapi juga keberhasilan kota tersebut meraih  penghargaan Adipura  selama 3 tahun berturut-turut patut diacungi jempol. Tahun 2010, 2011  dan tahun 2012. Bahkan diprediksi  tahun 2013 kota Pekalongan bakal mengulang sukses yang sama. Keberhasilan tersebut harus diapresiasi karena sebagai kota yang terletak dipinggir pantai maka  rob  atau banjir air laut senantiasa mengancam, mengakibatkan beberapa daerah tergenang selama beberapa waktu hingga air surut dengan sendirinya. usai hujan, perumahan akan tergenang air mengering di musim kemarau Harusnya bisa  ditanggulangi karena air yang menggenang  berpotensi menimbulkan berbagai ancaman bagi kesehatan masyarakat. Tapi ah…….. walikota Pekalongan kan seorang dokter sehingga dia tahu dengan pasti dan bisa mendelegasikan tugas...

Jakarta Park(ing) Day 16 September 2011, Momentum Pengembalian Kawasan Publik

Sejak kapan ruang publik diselewengkan peruntukannya? Tidak ada yang tahu persis. Tapi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tak terkendali  menunjukkan keberpihakan pemerintah pada kaum kapitalis dan membuat pejalan kaki kian tidak dimanusiawikan.  Bahu jalan dan trotoar berubah menjadi tempat parkir kendaraan roda empat serta roda dua. Mereka merasa sah-sah saja karena sudah “membayar”. Hingga jangankan penyandang difabel yang berkursi roda, pejalan kakipun bingung meletakkan kakinya dimana. Padahal sesuai  undang-undang nomor 22 tahun 2009  tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan  pasal 25, 44 dan pasal 45 menyatakan  Pemerintah wajib menyediakan jalur pedestrian yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki, penyandang difabel dan pengguna jalan usia lanjut. Sedangkan ruang parkir sudah diatur dalam pasal 43 undang-undang nomor 22  tahun 2009 yang menerangkan penyediaan fasilitas Parkir untuk umum hanya dapat diselenggarakan  di luar Ruan...

Kereta Kota, Edukasi Lingkungan yang Menyenangkan

Pernah mendengar Global Warming ? Perubahan Cuaca ? Hujan Asam? Gas Rumah Kaca ? Atau bahkan pernah mengikuti seminar-seminarnya ? Tetapi sudahkah menerapkan yang sederhana seperti memisah sampah dan menghemat air ? Kesalahan kita mungkin karena sering tidak  nyambung nya ilmuwan dan praktisi. Sehingga seminar dan workshop berthemakan lingkungan hidup hanya dihadiri orang-orang yang makin membumbung dengan kepedulian lingkungan tetapi enggan melihat keapatisan realita. Dilain pihak, salahkah orang yang tidak paham bahkan tidak peduli tentang lingkungan hidupnya ? Belum tentu ! Berangkat dengan kesadaran itulah YPBB (Yayasan Biosains dan Bioteknology) Bandung mendisain suatu edukasi dan kampanye kepedulian lingkungan hidup yang dinamakan  kereta kota. Kereta Kota singkatan dari Kegiatan Rekreasi dan Edukasi di Taman Kota. Khususnya Taman Kota Lansia jalan Cilaki Bandung. Diadakan minggu ke 3 setiap bulannya dan diisi beragam aktivitas. Mau menyoba m...

Sungai, Butuh Tapi Dicuekin

aliran Sungai Citarum yang tercemar limbah pabrik (doc. Cita-Citarum) Hari ini, Jum’at 27 Juli 2012 untuk pertamakalinya kita memperingati Hari Sungai Nasional  sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2011 pasal 74: “Dalam rangka memberikan motivasi kepada masyarakat agar peduli terhadap sungai, tanggal ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini ditetapkan sebagai Hari Sungai Nasional.” Mengapa peringatan ini menjadi penting?  Karena: Merawat Sungai , Merawat Kehidupan ”  Demikian judul lukisan Tita Larasati , pelukis dan dosen  FSRD ITB yang dirangkainya khusus untuk memaknai betapa hidup kita amat tergantung pada sungai. Sungai, urat nadi kehidupan, by Tita Larasati Sesuai dengan kisah ketika ribuan tahun yang lampau, kota-kota besar di dunia mengawali peradabannya di sepanjang sungai. Sungai adalah sumber air dan sarana transportasi. Sebagai contoh adalah Sungai Citarum  yang menjadi urat nadi kehidupan  prov...